Puas Nikmati Liburan, Wisatawan Lokal Apresiasi Pengelolaan Lejja

SOPPENG, 16 Agustus 2025 – Belasan petinggi komunitas motor XMax Rider Indonesia (XRI) Soppeng, Komunitas Diko Diko dan Mantap Cabbenge, memanfaatkan akhir pekan dengan berkunjung ke Pemandian Air Panas Lejja, Kabupaten Soppeng.

Komunitas XRI Soppeng, Diko Diko dan Mantap

Mereka tiba sekitar pukul 09.00 WITA, langsung menikmati berendam di kolam air panas yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Tak ketinggalan, rombongan juga mencoba wahana flying fox yang baru diresmikan beberapa hari lalu, jelang waktu dhuhur, mereka bersiap pulang.

Bacaan Lainnya

“Iyya, kami hampir setiap minggu mengunjungi lokasi-lokasi wisata di Kabupaten Soppeng. Di Soppeng ini banyak tempat wisata yang bagus, kita orang Soppeng tidak perlu jauh-jauh kalau mau menikmati wisata keluarga,” ujar Bang Idol, salah seorang anggota komunitas.

Selain menikmati fasilitas, wisatawan juga menyoroti peningkatan pengelolaan kawasan. H.M.Tahir, salah satu pengunjung, menyampaikan kepuasannya.

“Bersih dari sampah, toilet bersih, fasilitas semakin meningkat, Alhamdulillah, pengelolaan semakin profesional,” ujarnya.

Pemandian Air Panas Lejja ini dikelola oleh Perseroda Lamataesso. Selain menjaga kebersihan dan kenyamanan, kawasan wisata ini juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Soppeng.

Pemandian Air Panas Lejja terletak di Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, sekitar 14 kilometer dari pusat kecamatan dan kurang lebih 220 kilometer dari Makassar. Kawasan ini berada di dalam Taman Wisata Alam (TWA) yang dikelilingi hutan hijau dan udara sejuk.

Air panas Lejja bersumber dari aktivitas geothermal, dengan suhu mencapai 60 derajat Celsius dan kandungan belerang sekitar 1,5 persen. Selain menenangkan, air ini dipercaya bermanfaat untuk terapi kesehatan, seperti mengatasi rematik dan penyakit kulit.

Pengelola menyediakan sejumlah fasilitas seperti kolam dewasa, kolam anak, kolam privat, gazebo, hingga area camping ground. Wahana tambahan berupa flying fox dan pengembangan mini water park juga hadir untuk memperkaya pengalaman wisata.

Kunjungan tiga komunitas tersebut menjadi contoh wisatawan lokal yang aktif menikmati potensi wisata daerah sendiri. Kehadiran wahana baru di Lejja semakin menambah daya tarik, sekaligus mendorong wisatawan untuk datang kembali.

Dengan pengelolaan yang semakin profesional, serta kombinasi daya tarik kesehatan dan alam, Lejja layak disebut sebagai salah satu destinasi unggulan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *