Wakil Bupati Dorong Inovasi Jadi Budaya Kerja ASN, Soppeng Bidik Kenaikan Nilai Indeks Inovasi Daerah 2025

SOPPENG – Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Hal ini ditegaskan dalam acara Sosialisasi dan Workshop Inovasi Daerah Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Senin, 21 April 2025.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. H. Selle KS Dalle, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan inovasi sebagai budaya kerja bagi seluruh jajaran perangkat daerah. Ia berharap budaya ini mampu mendorong Soppeng untuk meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) di tahun 2025, setelah pada tahun sebelumnya berhasil mencatatkan nilai 64,54 dan berada pada level “Sangat Inovatif” dengan peringkat ke-49 dari 415 kabupaten se-Indonesia.

Bacaan Lainnya

 “Saya berharap tahun ini Kabupaten Soppeng kembali dapat meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah. Kita sudah berada pada level sangat inovatif, tapi itu belum cukup. Budaya kerja kita harus didorong untuk terus menghadirkan solusi kreatif, inovatif, dan berdampak langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dikutip dari laman Kareba Soppeng, Workshop ini merupakan bagian dari program tahunan yang diinisiasi oleh Bappelitbangda Soppeng sejak tahun 2023. Kepala Bappelitbangda, Andi Agus Nongki, S.IP., M.Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergitas dan mendorong lahirnya inovasi dari berbagai sektor, termasuk pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.

Selain itu, hasil inovasi yang terkumpul akan menjadi bagian dari laporan Bupati ke Kementerian Dalam Negeri untuk kepentingan pengukuran IID, serta sebagai dasar mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan oleh Kemenpan-RB setiap dua tahun sekali.

Soppeng sendiri telah membuktikan konsistensinya dalam berinovasi. Inovasi SUTASOMA yang berhasil masuk Top Terpuji KIPP 2023, memberikan kontribusi besar berupa Dana Insentif Fiskal kepada daerah. Prestasi ini ditopang pula oleh capaian 10 kali opini WTP dan nilai IPKD (Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah) terbaik secara nasional untuk kategori kemampuan fiskal terendah dengan skor 84,44 (nilai A).

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa keberhasilan Soppeng bukan hanya kerja pemerintah semata, tetapi buah dari sinergi bersama antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha. Ia mengajak seluruh ASN untuk terus menjadi motor penggerak perubahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *