Seru dan Menegangkan! Malili Open Race NASCAR Flyover 2025 getarkan Adrenalin Pecinta Tamiya

Malili (10/5/2025). Sorak-sorai penonton dan pemain memecah suasana di arena Malili Open Race NASCAR Flyover yang digelar pada 10–11 Mei 2025. Event ini bukan sekadar lomba mini 4WD biasa, tapi sebuah ajang adu presisi, teknik, dan adrenalin tingkat tinggi. Dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Luwu Timur ke-22, lomba ini berhasil menyedot antusiasme 21 klub Tamiya dari berbagai daerah—mulai dari Luwu Timur, Barru, Bulukumba, Masamba, hingga Poso, Sulawesi Tengah.

Lintasan flyover yang menanjak curam lalu langsung menurun tajam menjadi titik paling menantang. Namun, tantangan sejatinya bukan hanya di situ. Menurut Udhin Kribo, peserta asal Malili yang dikenal sebagai spesialis NASCAR, ada tiga hal utama yang membuat lomba ini seru sekaligus menyulitkan.

“Satu milimeter saja salah atur posisi roller, mobil bisa terbang keluar saat turun flyover,” ungkapnya serius. “Di lintasan kayak gini, tantangannya itu ada di turunan flyover yang langsung tikungan. Kalau mobil nggak stabil atau terlalu ringan, bisa langsung out.”

Udhin menjelaskan lebih lanjut, “Di bagian flyover. Mobil harus melaju kencang menanjak lalu turun tajam. Di situ, banyak yang kehilangan kontrol karena mobil terbang dan nggak mendarat sempurna. Harus pintar atur berat dan keseimbangan, termasuk posisi bumper dan roller.”

“Soal  kontrol kecepatan. Ini NASCAR speed race, jadi harus kencang. Tapi lintasan juga punya banyak tikungan. Kalau terlalu cepat, mobil bisa terlempar. Tapi kalau terlalu hati-hati, bisa ketinggalan waktu. Harus pas.”

“Setting mobil mulai dari motor, gear, jenis ban,  dan bobot. Semuanya harus disesuaikan sama karakter lintasan. Nggak ada rumus pasti, tapi feeling dan pengalaman sangat menentukan. Kalau setup-nya meleset sedikit saja, mobil bisa gagal total.”

Dengan tensi tinggi di setiap heat dan jebakan teknis yang menguji keterampilan, Malili Open Race tak hanya jadi panggung adu kecepatan, tapi juga tempat berkumpulnya para pejuang presisi. Lomba ini menjadi bukti bahwa Tamiya bukan sekadar hobi, tapi juga olahraga teknik dan strategi yang memacu adrenalin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *