Oleh A. Muh. Hasby Sekretaris HNSI Soppeng

Ikan sapu-sapu bukanlah penghuni asli Danau Tempe. Ia dikenal hanya sebagai pembersih lumut di akuarium. Namun karena ulah manusia, kemungkinan ikan ini dilepas ke got atau sungai, lalu terbawa hingga ke danau. Perkembangannya sangat cepat, dan sejak lama menjadi masalah bagi nelayan.
Tubuhnya keras, kulitnya kasar, tulangnya besar, dagingnya sedikit, dan durinya tajam. Ketika terjerat perangkap atau jaring (lanra), ikan sapu-sapu tidak memberi keuntungan, justru menimbulkan kerugian. Jaring nelayan rusak, tangkapan ikan asli berkurang, sementara ikan sapu-sapu sendiri hampir tidak laku dijual.
Masalah ini sebenarnya sudah lama ada, namun masih terus dirasakan hingga kini. Setiap kali populasinya meningkat, nelayan menanggung kerugian ganda: hasil tangkapan berkurang, biaya perbaikan jaring bertambah. Refleksi penting bagi kita semua adalah bahwa sesuatu yang kelihatannya kecil dan sepele, jika dibiarkan, bisa membawa dampak besar dalam jangka panjang.
Hal serupa juga terlihat pada kebiasaan masyarakat saat air danau surut. Lahan di sekitar danau dipakai untuk bertani atau berkebun dengan pupuk dan obat hama berlebihan. Memang tanaman tumbuh subur sebentar, tetapi sisa bahan kimia itu mengalir kembali ke danau, membunuh benih-benih ikan, sekaligus membuat tumbuhan air liar tumbuh tak terkendali. Akhirnya, yang rugi tetap masyarakat sendiri.
Karena itu, kesadaran kolektif menjadi kunci. Jangan lagi melepas hewan asing ke danau atau sungai. Kurangi penggunaan pupuk dan insektisida berlebihan. Masyarakat pesisir harus menjadi garda terdepan menjaga Danau Tempe, karena danau inilah yang menjadi sumber kehidupan sehari-hari.
Bagi pemerintah daerah, masalah ini perlu terus diingatkan melalui edukasi dan pengawasan. Jangan hanya fokus pada peningkatan produksi, tapi abaikan kelestarian. Sebab, kerusakan ekosistem pada akhirnya akan kembali merugikan rakyat kecil. Aktivis lingkungan juga perlu terus menggaungkan isu ini agar tidak tenggelam di tengah hiruk pikuk persoalan lain.
Danau Tempe sudah berabad-abad memberi kehidupan bagi masyarakat pesisir. Kini saatnya kita memberi kehidupan kembali padanya. Masalah ikan sapu-sapu memang bukan hal baru, tetapi mengingatkannya kembali adalah cara untuk menegaskan: jangan remehkan hal-hal sepele yang bisa menghancurkan masa depan.





